Sebuah survey yang dilakukan oleh Quicksprout menyebutkan bahwa gambar atau visual lebih mudah menarik engagement dari netizen atau pengguna social media yang menjadi target audience. Statistik yang paling signifikan adalah bahwa satu dari dua pengguna social media akan me-repost konten dengan foto atau video yang mereka temukan online di dunia maya.

Oleh karena itu, strategi untuk memanfaatkan gambar atau visual pada content marketing menjadi penting. Gambar tidak hanya dapat menarik perhatian dari audience tetapi juga dapat membuat konteks yang ingin disampaikan pada sebuah konten menjadi lebih mudah dicerna. Dengan demikian audience dapat lebih memahami, lebih terhibur dan lebih tertarik untuk menyebarkan konten tersebut. Ada 3 jenis konten visual yang kami rangkum dari Post Planner, berikut ini:

 

1. Konten yang mengedukasi

 

Konten edukasi adalah konten yang paling sering digunakan oleh B2C. Dengan memberikan konten edukasi yang tepat kepada target audience, mereka akan tertarik untuk mengikuti (follow) bisnis atau bran Anda dan melihat konten-konten selanjutnya dari social media yang Anda kelola. Visual di atas merupakan salah satu contoh, bagaimana Whiskas yang merupakan brand makanan kucing ini, memberikan tips-tips seputar kucing yang dapat berguna untuk pencinta atau pemilik kucing. Sehingga mereka akan berkunjung kembali untuk melihat tips-tips selanjutnya.

 

 

Selain itu visual pada konten edukasi juga dapat dimanfaatkan untuk menarik peminat. Visual yang digunakan Gold’s Gym di atas ini, contohnya, merangkumkan informasi penting yang ingin disampaikan sekaligus menarik perhatian peminatnya. Konten yang mengandung nilai edukasi  memberikan value yang lebih dari sekedar menjual produknya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dalam membeli produk dari brand tersebut.

 

2. Konten yang menghibur


Konten yang menghibur, bisa dalam bentuk GIF maupun Meme, paling sering disebarluaskan di social media. Namun, content yang menghibur tidak harus lucu. Contohnya, Pocari Sweat yang menggunakan foto dan video dari Pocari Sweat Watch Girl Yuki Sasou ini, menjadi viral karena menghibur untuk komunitas yang menyukai budaya atau tradisi Jepang.

Konten yang menghibur bisa mencakup kategori-kategori dibawah ini, yaitu:

  • Lucu
  • Konyol
  • Menyentuh
  • Menyejukkan hati
  • Menginspirasi

Hiburan memberikan nilai yang dapat meninggalkan jejak memori pada orang yang melihatnya. Di samping itu, menggunakan konten hiburan dalam bentuk Visual  dapat memudahkan bisnis atau brand untuk mendekatkan diri ke target audience mereka karena konten tersebut dapat menyentuh emosi atau hati audience tersebut.

 

3. Konten yang memberikan instruksi atau tips

Kue lebaran bisa dibuat tanpa oven lho! Pasti jadi lebih mudah karena ada resep No Oven Bake – Kue Kacang Strawberry dari Blue Band Cake and Cookie. Bahan-bahan: – 100 gr selai kacang – 2 sdm Blue Band Cake and Cookie – 100 gr gula halus – 100 gr kacang tanah tanpa kulit, sangrai hingga matang – 5 sdm selai stroberi – 1/2 sdt garam Cara membuat: – Masukkan selai kacang, Blue Band Cake and Cookie, garam, dan gula halus ke dalam mangkuk sedang. Aduk hingga merata. – Campurkan kacang tanah matang yang sudah dihancurkan lalu aduk kembali hingga rata. – Bentuk adonan menjadi bola kecil. – Tekan tengah bola dengan jempol hingga membentuk cekungan. – Tambahkan 1 sdt selai ke setiap cekungan adonan. – Masukkan kulkas. Dinginkan sejenak hingga kurang lebih 1 jam. – Kue Kacang Strawberry siap disajikan. Temukan kue yang mudah dibuat tanpa oven dengan klik link di bio! Nikmati kehangatan Lebaran ditemani kue tanpa oven dari #ResepMudahMeriah Blue Band Cake and Cookie

A post shared by Blue Band Indonesia (@blueband_id) on

Konten ini akan membantu audience Anda untuk memecahkan masalah, melakukan sesuatu atau menentukan keputusan. Konten berupa tips dan instruksi ini akan membantu audience Anda beranjak dari satu titik ke titik lainnya. Konten seperti ini diminati para pembaca karena sangat membantu dan berguna untuk mereka melakukan sesuatu atau membuat keputsan yang tepat. Konten seperti ini biasanya berbentuk sebuah e-book, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyajikannya dalam bentuk video yang lebih menarik dan mudah dipahami. Seperti video instruksi atau tutorial yang dibuat oleh Blue Band di atas ,misalnya, konten tersebut dapat menarik para ibu rumah tangga karena akan membantu mereka untuk membuat dan menyajikan sebuah Kue Kacang.

 

 

Hal Serupa juga dilakukan oleh Go-jek dengan konten visual di atas. Meskipun singkat, visual tersebut memberikan tips mengenai apa yang dapat Go-Mart bantu dalam membuat kue special. Kontne instruksi dan tips ini dapat diselipkan sedikit promosi mengenai Brand tersebut, cara ini tidak akan menggangu audience karna nilai yang diinginkan audience tetap akan didapatkan.

Konten yang berisi tips dan instruksi memiliki nilai yang sangat tinggi karena dapat membantu seseorang dalam melakukan sesuatu, oleh karena itu Brand yang melakukan campaign dengan konten ini akan mendapatkan engagement yang bernilai tinggi pula.

Selain akan dipandang sebagai ahli di bidangnya, audience juga akan selalu ingat pada brand tersebut karena jasanya dalam memberikan tips yang berguna.

Jadi, apakah Anda sudah menemukan tipe mana yang mungkin paling sesuai dengan target audience Anda? Kalau Anda masih ragu, Anda juga bisa menggunakan ketiga tipe tersebut secara bergantian. Tentukan tipe yang paling sesuai dengan audiens Anda, dan yang paling cocok dengan brand Anda.

Leave a comment