Kalau kata orang bijak; “Proses tidak akan mengkhianati hasil” inilah yang berlaku di industri makanan, demikian juga dalam foto makanan (food photography). Karena dalam memotret makanan, proses, persiapan, maupun konsep menjadi faktor penting hasil jepretannya memukau atau tidak.

Mari kita lihat langsung beberapa tips untuk menghasilkan foto makanan yang bikin ngiler!

1. Tips dari Mas Ully Zoelkarnain: Pencahayaan

food-salmon-teriyaki-cooking.jpg

Esensi dari Fotografi adalah kemampuan untuk mengontrol cahaya yang masuk ke kamera. Penataan cahayamerupakan faktor penting untuk menentukan hasil foto yang kamu potret. Perhatikan 3 unsur cahaya: warna, kecerahan dan kontras. Kemudian perhatikan sumber cahaya, pantulan dan bayangan yang dihasilkan. Ingat bahwa sifat bayangan adalah semakin dekat dengan sumber cahaya, bayangan akan semakin lembut, begitu pula sebaliknya.

2. Tips “Coating” ala Reader’s Digest & Puji Purnama

pexels-photo-196643.jpeg

Coating yang dimaksudkan di sini bukan melapisi makanan dengan cairan yang berbahaya, hanya untuk kepentingan foto. Namun, presentasi sebuah makanan juga perlu “dipoles” cantik dan mengkilap. Bukan dengan bahan kimia yang tidak “edible” namun bisa dengan beberapa jenis coat/sprays untuk makanan seperti:

  • Olive oil /  minyak zaitun
  • Air putih
  • Butter
  • Putih telur
  • Simple syrup

Pilihan coating di atas ini dapat digunakan sesuai dengan makanan yang ingin ditampilkan. Dengan menyemprotkan atau mengolesi makanan dengan cairan yang sesuai, presentasi makanan akan lebih tajam dengan sorotan cahaya yang sesuai. Selain itu makanan tertentu seperti; egg tart, roasted chicken, croissant, mie, etc, akan terlihat semakin menarik dan seksi jika presentasinya terlihat mengkilap.

 

abstract-barbecue-barbeque-bbq-161640.jpeg

 

3. Siapkan peralatan dan properti sebijak mungkin saran dari Niki Achitoff-Gray & Jules Clancy

pexels-photo-390012.jpeg

Sama dengan fotografi pada umumnya, fotografi makanan memerlukan elemen yang baik untuk merepresentasikan potretan yang cantik. Background dan peralatan harus dipilih secara bijak karena ini akan menentukan mood foto dan juga konsep yang ingin diceritakan.

Menurut Digital Photography School, background yang baik adalah yang membuat warna makanan lebih mendominasi, misalnya seperti background warna putih pada makanan yang memiliki banyak unsur warna, sedangkan untuk makanan yang memiliki warna pucat diberikan background yang kontras. Peralatan seperti talenan, sendok, taplak, mangkuk, piring, atau barang pecahbelah lainnya harus mendukung presentasi makanan agar terlihat menarik dengan memilih motif yang simple dan clean.

pexels-photo-218844.jpeg

Tips tambahan dari Digital Photography School; menaruh makanan di atas kertas roti dan membiarkan kertasnya tertekuk alami karena beban dari makanan yang dihidangkan membantu menambah visual attraction dan memperlembut sudut piring saji.

4. Tuangan alami saus buat makanan tampil lebih seksi

Donald-Russell-Pouring-Gorgonzola-Sauce.jpg

Tumpahan saus yang dituangkan di atas makanan dan difoto pada saat saus melumer kebawah, akan terlihat sangat menggiurkan, hingga siapapun melihat foto tersebut akan tergius untuk mencoba makanannya. Digital Photography School mengemukakan bahwa tumpahan yang natural menambah gerakan dan membuat foto menjadi lebih hidup.

Contohnya saja pada sajian steak; jika sebuah foto mengabadikan saat mushroom sauce dituang di atas daging yang ditempatkan pada sebuah hotstone dan kemudian didihan saus jatuh ke atas hotstone, maka akan timbul gambaran “fresh” dan panas  yang dapat menimbulkan selera makan. Faktor-faktor yang dapat menambah selera inilah yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil foto yang menggiurkan.

5. Berantakan bukan berarti kotor

pexels-photo-115095.jpegMakanan yang tertata sedikit berantakan menimbulkan sensasi pergerakan, natural, dinamis, dan kenikmatan. Terkadang hasil foto makanan yang tidak tertata rapi dan bersih malah justru memberikan presentasi yang lebih detail, di mana setiap elemen resep dan bahan makanan dapat terlihat jelas dan natural.

Bayangkan foto dari sebuah burger yang isinya terlihat sedikit “tumpah” dari jepitan rotinya sehingga setiap elemen dari burger tersebut terlihat dengan jelas. Dengan demikian, menimbulkan keinginan bagi yang  melihat untuk mencicipi burger yang ada difoto tersebut.

 

6. Final tips: “YUM!” Factor versi Jules Clancy

pexels-photo-365459.jpeg

Setiap makanan dan segala elemen pendukung fotografi makanan memiliki faktor “yum” yang berbeda-beda! Menurut Digital Photography School, setiap makanan memiliki karakteristik yang bisa ditonjolkan, dan jika faktor tersebut tidak muncul pada hasil foto, makanan tersebut tidak akan terlihat menarik dan tidak akan membuat orang tergugah. Misalnya saja mozarella cheese pada potongan pizza yang sedang ditarik membuat foto nampak lebih menggugah dan membuat orang jadi lapar dibandingkan ketika pizza tersebut dipotret tanpa terlihat tarikan mozarella cheese-nya.

pexels-photo-129893.jpeg

 

Tips-tips di atas adalah cara yang mendasar dan mudah untuk menghasilkan food photography  dengan kualitas yang baik. Namun, selain itu ada banyak cara yang dapat kamu coba untuk menghasilkan foto makanan yang dapat menarik audience ataupun customer. Yang penting untuk diingat adalah; selalu menempatkan diri Anda pada sisi si penikmat makanan, dengan begitu Anda dapat melihat dari kacamata audience Anda dalam menentukan presentasi seperti apa yang dapat menggugah selera; dan kemudin mengabadikannya dalam sebuah karya food photography yang sempurna.

Leave a comment