Tips memilih gambar untuk meningkatkan efektifitas konten marketing Anda

Ada pepatah yang menyebutkan “don’t judge a book by its cover” tapi sayangnya begitulah proses alami yang terjadi dalam otak kita. Visual adalah hal pertama yang akan di-“cerna” oleh otak kita, baru kemudian konten yang menyertainya. Baik ads, packaging, kartu nama, social media dan content marketing, visual adalah hal pertama yang akan diproses pertama kali oleh otak kita.

Kesan pertama yang timbul dari sebuah visual dapat membantu otak untuk memberikan perhatian yang konsisten dan mengingat informasi yang disampaikan. Hal ini disimpulkan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan di antaranya penelitian dari Massachusetts Intitution of Technology yang menyimpulan bahwa kita memproses informasi visual 60,000 kali lebih cepat dibandingkan informasi teks karena 90% dari informasi yang diteruskan ke otak kita berbentuk visual. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa manusia memberikan respon yang lebih baik terhadap sebuah gambar, dibandingkan respon yang diberikan kepada 1,000 kata. Ini dibuktikan pada data statistik yang dihimpun oleh Hubspot di mana Facebook posts dengan gambar mendapatkan engagement yang 2,3 kali lebih baik dibandingkan posts tanpa image.

Dari fakta-fakta yang disebutkan diatas, visual menjadi titik kunci untuk penyampaian informasi kepada audiens kita. Dengan demikian, memilih visual  yang tepat merupakan hal yang penting untuk membantu efektifitas content marketing Anda

Oleh karena itu, ada 6 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih gambar atau visual untu digunakan pada konten Anda :

1. Pastikan Anda memiliki lisensi atau ijin untuk menggunakan gambar tersebut

Pastikan setiap gambar yang akan Anda gunakan  sudah Anda peroleh lisensi atau ijinnya, sehingga tidak melanggar hak cipta atau copyright. Perlu diingat bahwa tidak semua image atau gambar yang anda temukan pada mesin pencari, seperti Google, dapat Anda gunakan pada konten anda dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk Anda memanfaatkan bank image atau stock image library; seperti Shutterstock, Adobe Stock Image, 123RF Getty, istockphoto, dll; apabila keadaannya tidak memungkinkan untuk Anda memproduksi visual Anda sendiri. Perhatikan juga lisensi yang disediakan pada setiap bank image untuk memastikan penggunaan gambar tersebut sudah sesuai dengan lisensi atau ijin yang Anda beli.

4 hal yang perlu anda ketahuiI seputar lisensi stock photo Royalty-Free

2. Pastikan gambar yang digunakan relevan

Cari gambar yang relevan dengan konten ataupun konteks artikel AndaGambar yang Anda gunakan, harus sesuai dan berkaitan dengan konten yang Anda buat, atau informasi yang ingin Anda sampaikan. Seperti yang disampaikan pada penjelasan di atas, visual atau gambar dapat membantu menjelaskan isi konten Anda. Jika visual ditempatkan pada sub-heading artikel tersebut, ini dapat bermanfaat bagi mereka yang hanya sekedar melihat sekilas keseluruhan artikel Anda untuk mendapatkan konteks inti dari setiap bagian dari artikel Anda. Jika sumber gambar yang Anda gunakan memiliki pilihan yang terbatas sehingga sulit untuk menemukan visual yang relevan, Anda dapat coba dengan sedikit merubah headline atau sub-heading agar sesuai dengan gambar yang dipilih.

3. Pilih gambar yang menarik

mengambil gambar yang menarik

Tidak cukup hanya relevan, gambar yang Anda gunakan harus menarik. Gambar yang menarik dapat menarik perhatian dari audiens yang kita inginkan. Jangan lupa, kesan pertama didapatkan dari visual yang pertama kali dilihat oleh audiens kita. Featured image yang kita gunakan adalah image yang pertama kali muncul sebagai “cover” pada saat artikel atau konten tersebut di-share di social media. Jadi pemilihan gambar yang menarik juga akan menentukan apakah calon pembaca Anda di social media akan tertarik untuk membuka artikel tersebut atau tidak. Dengan demikian, akan menentukan besar kecilnya engagement dengan pembaca konten Anda.

4. Pastikan gambar memiliki resolusi yang baik

foto suatu Taman di Paris dengan kualitas tinggiTidak hanya untuk media cetak, pada media digital pun dibutuhkan gambar yang berkualitas baik. Kualitas baik yang dimaksud adalah gambar yang memiliki resolusi yang sesuai dengan besar piksel monitor, sehingga gambar tidak buram ataupun tidak jelas. Gambar yang buram dapat merendahkan kredibilitas konten Anda, karena biasanya gambar tersebut tidak didapatkan beserta dengan lisensi atau ijinnya. Jika Anda menggunakan gambar berlisensi, hampir pasti resolusi didapatkan adalah resolusi yang cukup tinggi untuk digital media.

5. Pastikan ukuran file tidak terlalu besar

Selain memilih gambar yang tidak buram, penting juga untuk diperhatikan agar Anda tidak memilih gambar dengan resolusi terlalu tinggi. Resolusi atau ukuran gambar yang terlalu besar juga harus disesuaikan dengan media yang kita gunakan. Jika Anda memuat gambar yang resolusinya terlalu besa pada artikel online, maka akan butuh waktu lama bagi calon pembaca anda untuk  untuk membuka artikel tersebut. Ini disebabkan loading time yang dibutuhkan untuk “mengirimkan” image dengan resolusi besar, lebih lama. Menurut penelitian oleh CDN Akamai  , 40% koresponden akan menutup halaman digital Anda jika dibutuhkan waktu lebih dari 3 detik untuk membuka halaman tersebut. Sebagai patokan, usahakan agar gambar yang Anda muat tidak lebih dari 100KB. Jika lebih dari itu, ada baiknya menggunakan software Image Processing untuk merubah ukuran gambar.

6. Pastikan gambar nyaman untuk dilihat dari berbagai perangkat

Seperti yang sudah Anda ketahui, gambar yang Anda gunakan pastinya tidak hanya dilihat dari desktop atau layar komputer saja. Di jaman yang mobilitas tinggi dan segala sesuatunya sudah serba on-the-go, pastikan gambar yang Anda gunakan bisa dilihat di berbagai ukuran layar komputer ataupun perangkat digital yang digunakan oleh audiens kita. Gambar tersebut harus terlihat nyaman untuk dibuka di layar komputer, layar tablet, maupun layar handphone. Nyaman yang dimaksud adalah tidak membuat audiens kita harus mengernyitkan dahi saat melihat gambar karena terlalu kecil, atau membuat audiens harus zoom-out karena gambar terlalu besar.

6 aspek tersebut dapat membantu Anda menentukan gambar yang akan Anda gunakan pada content Anda. Dengan pemilihan gambar yang baik, Anda tinggal memaksimalkan pendekatan dari segi konten itu sendiri yaitu dengan menentukan konten apa yang diinginkan audiens Anda, di samping juga memrepresentasikan nilai atau value dari brand dan perusahaan Anda.

Leave a comment